Gambar
3

Sweet Moment in Graduation

Title: Sweet Moment in Graduation

Author: Teewie Lee

Casts: Choi Sooyoung, Choi Siwon, Tiffany Hwang.

Genre: romance *maybe

Rating: PG 13+

Length: oneshoot

Disclamer: Semua pemain dalam ff ini di milik Tuhan ^^ tapi FF garing binti gaje ini asli karangan author sendiri

Warning: Yang tidak suka dengan pairing ini, bisa segera langsung menjauh dari FF ini 🙂

AN: ini ff yang sudah sangat sangat lama gua dibuat. mungkin sekitar 2 tahun lalu O.o daripada lapukan dalam lappie gua mending di share kan 😀 oh ya maaf karena kaga dikasi cover. gua engga jago edit poto soalnya. bagi readers yang berminat mau bantuin gua bikin cover bisa komen atau mention di twitter gua @jusTeewie

I hate silent readers

I hate plagiator

Don’t forget to RCL (Read, Like, Coment)

Gamsahamnida ^^ *bow

Happy reading ^^

 

Semua siswa SMU tingkat atas mulai bernapas lega hari ini. Setidaknya mereka telah menyelesaikan Ujian Nasional selama empat hari berturut-turut.

“Semoga hasilnya memuaskan.” Harap Sooyoung sambil berjalan meninggalkan ruang ujiannya.

“Kudaeyo. Aku ingin membuat eomma bangga disana.” Tiffany sahabat sooyoung menaruh harapan yang sama besarnya dengan sooyoung.

“Tentu eomma-mu akan bangga denganmu, fany,” kata sooyoung sambil mengenggam tangan sahabatnya itu. Eomma-nya sudah lama meningggal. “Siapa coba tidak kenal Tiffany Hwang? Yeoja cantik yang  sangat poluler di SMU Hyundai ini, lagipula ia adalah ketua cheers yang paling  terkenal di kalangan SMU.” Sooyoung mencoba membesarkan hati tifanny.

Tiffany tersenyum mendengarnya. “Gomawo, Soo.”

Sooyoung membalas senyuman tiffany “Nde ~ Kaja, pakailah helm kita harus cepat pulang.” Kata sooyoung sambil menyodorkan helm pada tiffany.

Sooyoung pun menstater motor Mio J hijau-nya.

“Chakkamman!” teriak seseorang dari jarak yang cukup jauh dari mereka.

Kedua yeoja itu dengan serempak menoleh kearah sumber suara. Namja si embunya suara sudah ada didepan mereka.

“Hosh, hosh, tiffany-ah,” Ia terlihat mengatur napasnya terlebih dulu yang sudah tak karuan karena berlari. “tiffany-ah, besok sore kau harus datang ke sekolah untuk mengikuti semacam farewell party dari junior cheers.” Lanjut namja itu yang tak lain adalah choi siwon, ketua basket namja di SMU Hyundai.

“Oh, baiklah, siwon-ah. Aku pasti akan datang.” Kata tiffany sambil menunjukkan eye smile-nya.

“Mm, soo. Besok kau juga datang ya. Klub basket juga akan berkumpul disana bersama klub cheers.” Tambah siwon lalu tersenyum pada sooyoung.

“Ah? Nde, siwon-ah.” Kata sooyoung salah tingkah.

“Baiklah, aku pulang duluan. Annyeong!” pamit siwon lalu melambai singkat pada dua yeoja yang masih diatas motor.

Sooyoung masih terpaku. Ia masih menatap punggung siwon yang sudah hilang dari beberapa detik yang lalu.

“Yak! Sampai kapan kita di sini, huh?” rutuk tiffany kesal karena sooyoung belum menjalankan matic-nya itu.

Sooyoung masih diam. Ia bahkan tidak merespon sama sekali rutukan tiffany.

“Aku tau, kau menyukainya kan?” selidik tiffany.

“Aku? Menyukainya katamu?”

“Oh my god, hal itu terlihat jelas diwajahmu, nona choi!” gemas tiffany sambil mencubit bahu sooyoung.

“Yak! Appo!” ringis sooyoung sambil mengelus bekas cubitan tifanny tadi. “Kau kan duduk dibelakangku bagaimana bisa kau melihat wajahku.” Kata sooyoung lalu mehrong.

“Aku melihatnya di kaca spion.” Tiffany ikut-ikutan mehrong.

“Ah, sudahlah. Jangan bahas ini lagi. Kita pulang saja.” Kata sooyoung lalu menaikkan gasnya.

“Kau itu sudah jelas menyukainya, soo.” Kata tiffany pelan.

Anggota cheers dan basket berkumpul di lapangan basket indoor milik sekolah. Farewell party mereka berjalan mulus seperti yang mereka harapkan.

Sooyoung menatap keliling lapangan itu.

“Mungkin aku akan sangat merindukan ruangan ini.” katanya pelan.

 

Flashback on

Entah sudah berapa kali sooyoung mencoba lempar bola berwarna orange itu dari garis 3 point. Tapi, baru sekali ia bisa memasukkan bola ke dalam ring.

“Aish, menyebalkan!” erangnya sambil memantulkan si bola ke lantai. “Aku menyerah!” lanjutnya lalu duduk lemas di lantai lapangan dengan meluruskan kaki panjangnya.

Seorang namja menepuk pelan bahu sooyoung. Ia menyodorkan sebotol air mineral dingin pada gadis yang sudah dibanjiri keringat seluruh tubuhnya itu.

“Gomawo.” Tanpa ragu sooyoung langsung menyambar air mineral itu dan langsung meminumnya. Ia memang benar-benar haus saat ini.

“Kau sepertinya benar-benar kehausan,” katanya sambil tertawa kecil melihat sooyoung menyedot habis air mineral itu dalam hitungan detik.

Sooyoung hanya dapat tersenyum malu menanggapi ucapan namja yang ada di hadapannya.

“Mm, kau sepertinya kesulitan memasukkan bola 3 point.” Katanya hati-hati.

“Kau benar,” sooyoung tersenyum kecut. “Aku terkadang sulit untuk yakin pada kemampuanku.”

Namja itu tersenyum. Lalu berdiri memungut bola dan mendribble-nya.

“Ahh, kau benar. Aku juga terkadang begitu.” Katanya lalu melempar bolanya ke ring.

Dan, HAP !

Ia memasukkan bola itu dengan mulus.

“Wah, keren!” Sooyoung berdecak kagum. “Kau hebat.”

Namja itu hanya tersenyum malu. “Ayo main bersama!” ajaknya.

“Nde?”

“Ayolah!” ia mendekati sooyoung lalu menarik lembut tangan yeoja itu membantunya berdiri. “Kau siap?” tanyanya saat mereka berhadapan dengan bola di tangan kanannya.

Sooyoung pun bersiap dengan posisinya lalu mengangguk.

Namja itu pun melempar bola ke udara. Pertanda permainan dimulai.

“Hosh, hosh, permainanmu hebat juga.” Pujinya setelah bermain hampir satu jam dengan sooyoung.

“Ah, gomawoyo.”

“Aku yakin kau bisa dengan mudah memasukkan bola 3 point. Asalkan, kau percaya kau bisa.” Sarannya.

“Nde, aku mengerti sekarang,” sooyoung tersenyum puas. “Jeongmal gomawoyo.”

“Cheonmane. Walaupun, aku merasa tidak melakukan apa-apa.” Katanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Tapi setidaknya, kau membantuku membangkitkan percaya diriku,”

Ia mengangguk-angguk tanda mengerti.

“Sepertinya aku harus pulang duluan,” kata sooyoung sambil melirik jam tangannya. “Aku senang bisa bermain basket bersamamu. Annyeong!” pamitnya lalu berjalan pelan menjauhi namja itu.

“Yak, aku belum tau namamu,” teriaknya.

Sooyoung pun menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya.

“Namamu siapa?” tanyanya.

“Namaku, Sooyoung. Choi Sooyoung,” jawab sooyoung. “Namamu?”

“Namaku Siwon. Choi Siwon.”

“Wah, marga kita sama.” Kata sooyoung senang.

“Itu berarti, kita harus bertemu lagi lain waktu, Sooyoung-ah.” Katanya sambil tersenyum.

Sooyoung membalas senyuman siwon, “Aku harap juga begitu.”

Flashback off

 

“Hei, cepat berikan kata sambutan darimu.” Siwon memecah lamunan sooyoung.

“Eh?” sooyoung masih setengah sadar  Tadi ia masih larut dalam kenangannya. “Mianhamnida,” kata sooyoung sambil bow singkat karena pikirannya tadi masih melayang. “Jujur, saya masih tidak percaya akan segera meninggalkan SMU Hyundai kita tercinta ini. Terlalu banyak hal manis yang saya miliki dan mungkin kalian semua di sini tentang ruangan ini…..” panjang lebar sooyoung memberikan kata sambutannya yang sukses membuat mereka para pendengar terharu. Termasuk namja yang ada di samping, siwon.

Masih terekam jelas di ingatan sooyoung awal mulai mengenal basket dan….Siwon. Basket dan siwon adalah paket yang tidak bisa dipisahkan bagi sooyoung. Karena siwon juga, sejak saat itu ia menjadi ketua tim basket yeoja sedangkan siwon yang namja. Dan mungkin sejak itu juga sooyoung mulai merasakan ‘sesuatu’ yang masih membuat bingung sampai detik ini saat berhadapan dengan namja tegap itu.

“Soo, aku tadi benar-benar terharu saat mendengar kata sambutanmu tadi.” Puji sungmin, salah satu anggota basket.

“Jinja? Gomawoyo.” Kata sooyoung tersenyum.

“Iya, tadi awalnya aku kira kau nervous atau semacamnya, soo,” timpal siwon yang muncul tiba-tiba dari belakang sooyoung.

Hal itu sontak membuat sooyoung terkejut. Sooyoung selalu saja terkejut, nervous, salah tingkah, atau semacamnya saat berhadapan dengan siwon. Padahal, frekuensi pertemuan mereka bisa terkategori setiap hari dalam 3 tahun selama di SMU.

“Tadi, aku bahkan merinding mendengar kata sambutanmu.” Tambah siwon memuji sooyoung.

“Ah, gomawoyo, siwon-ah.” Hal itu sukses membuat wajah sooyoung seperti tomat.

“Sooyoung-ah!” panggil tiffany saat melihat sooyoung lalu berlari berhamburan memeluknya. “Wah, kau ini benar-benar daebak, ketua!” lagi-lagi sooyoung menerima pujian.

Sooyoung hanya tersenyum menanggapi pujian tiffany.

“Hari ini Sooyoung menerima banyak pujian.” Kata siwon mengerucutkan mulutnya seolah minta dipuji juga.

“Aigoo, kau juga keren, ketua.” Kata tiffany sambil mencolek-colek lengan siwon.

“Haha, aku hanya bercanda.” Kata Siwon sambil tertawa kecil.

“Aigoo, kalian ini memang serasi.” Celetuk sungmin yang sedari tadi menonton tingkah mereka.

CLEGAR !

Seperti tersengat 100.000 watt listrik ia mendengar ucapan Sungmin. Padalah, itu hal yang lazim bagi Sooyoung untuk didengar.

Yah, memang tiffany dan siwon sering dipasangkan. Bukan hanya dari klub basket dan cheers saja tapi mungkin seisi sekolah. Memang mereka pasangan yang cocok. Satu cantik, satu tampan. Tentu akan sangat indah di pandang kalau mereka bersama.

Tapi hal itu juga yang membuat sooyoung bingung dengan perasaannya sendiri. Tadi itu dia jealous, saat mendengar ucapan sungmin. Ani, ani, setiap melihat keakraban mereka berdua. Tapi, sooyoung masih bingung dengan perasaannya sendiri. Bukankah Sooyoung menyukai siwon? Tapi, siwon menyukai tiffany, sahabat sooyoung?

“Aish.” Sooyoung berdesah sambil sedikit mengacak poninya karena bingung.

“Ayo soo, kita ke sana saja. Jangan ganggu mereka.” Kata sungmin lalu menarik lengan sooyoung.

Sooyoung pun hanya pasrah, mengikuti tuntunan sungmin.

“Eitts!” cegah tiffany lalu menarik tangan sooyoung yang satunya.

Sooyoung yang kedua tangannya di tarik jadi bingung.

“Ada yang ingin aku bicara dengan sooyoung,” kata tiffany lalu melepaskan tangan sooyoung dari genggaman sungmin.

Sungmin dan sooyoung hanya pasrah melihat tingkah tiffany.

“Kami ke sana dulu ya. Annyeong!” pamit tiffany lalu menarik tangan sooyoung meninggalkan kedua namja itu.

“Aish, kau ini. selalu seenaknya.” Protes Sooyoung saat mereka sudah menjauh dari Siwon dan Sungmin.

Tiffany hanya tertawa kecil menanggapi ucapan Sooyoung.

“Hei,” tifanny menyenggol lengan sooyoung sambil menyodorkan segelas soft drink pada Sooyoung.

Sooyoung hanya mengangkat alisnya tanda bertanya ada-apa sambil meraih gelas berisikan soft drink itu.

“Kau sudah… emm itu padanya?”

“Apanya yang sudah?” tanya sooyoung tak mengerti.

“Itu soo, itu padanya.” Jawab tifanny menggantung sambil menggerak-gerakkan dagunya kearah siwon.

“Pada sih, fany. Mana aku bisa mengerti apa maksudmu kalau kau saja begitu.” Kata Sooyoung kesal lalu menyesapi soft drink merahnya.

“Aish, kau ini,” Tiffany jadi ikut-ikutan kesal. “Maksudku sudah menyatakan perasaanmu pada Siwon.” Lanjut Tiffany dengan setengah berbisik.

“MWO?” teriak Sooyoung lalu memuncratkan minuman yang ada di mulutnya ke wajah tiffany.

“Aish, kau ini,” omel tiffany lalu mengelap wajahnya dengan tissue yang ia bawa dalam tas tangannya. “Pakai ini.” tiffany pun memberikan beberapa lembar tissue pada Sooyoung.

Mereka baru menyadari bahwa semua mata jadi menatap ke arah mereka. Mereka pun hanya tersenyum malu karena memang tidak bisa berbuat apa-apa.

“Kau ini membuatku malu saja.” Tiffany melanjutkan omelannya.

“Yak, kau juga bertanya begitu padaku.” Sooyoung membela diri.

“Aku kan hanya bertanya, kenapa tanggapanmu lebai begitu.” Kata tiffany dengan nada nakalnya.

“Aku ti-tidak lebai kok,” bela Sooyoung. “A-aku tadi hanya merasa…tersedak.” Sooyoung berbohong.

“Tsh, kau masih saja mau berbohong dengan sahabatmu sendiri, Soo.”

“Si-siapa yang berbohong, huh?”

“Aish, kau selalu saja punya jawaban untuk menutupi perasaanmu,” kata tiffany kesal. “Setidaknya kau harus mengunggapkan perasaanmu sebelum kalian benar-benar berpisah. Agar kau merasa lega, Soo.” Saran tiffany.

“Mengungkapkan? Mengunggapkan perasaanku?” gumam Sooyoung sendiri.

Sudah hampir sebulan Sooyoung bermalas-malas di rumah, pasca ujian nasional. Tidak ada hal-hal berat yang ia lakukan selama itu. Ia hanya makan, tidur, dan aktivitas-aktivitas ringan lainnya yang ia lakukan.

Dan, tanpa terasa besok adalah hari dimana semua siswa SMU sekorea di umumkan mereka lulus atau tidak. Tentu mereka semua sangat tegang menunggu hari itu. Termasuk Sooyoung.

Drrt…drrrrt…

Pada layar ponsel Sooyoung bertuliskan Tiffany calling…

“Yoboseo,” Sapa Sooyoung. “Waeyo, fany?”

Sooyoung hanya mendengar dengan seksama ucapan dari seberang.

“Oke, aku pasti akan datang kesana.”

Dan KLIK pembicaraan mereka terputus.

***

sooyoung melirik jam tangannya yang melingkar indah di tangannya.

“Aku telat 10 menit.” Gumam Sooyoung pelan lalu masuk dengan cepat ke dalam cafe bercat cokelat itu.

“Mian, aku terlamb…” belum selesai sooyoung menyelesaikan ucapan, ia ternganga melihat Key sudah ada di samping Tiffany dengan mengacungkan jari telunjuk dan tengah.

“Sorry, aku tadi lupa bilang kalau aku juga mengajak Key.” Kata Tiffany menjawab reaksi sooyoung.

Rencana awal –yang Sooyoung ketahui- bahwa ia dan Tiffany akan mengurangi kegalauan mereka menunggu pengumaman besok. Dengan cara, hang out bersama menghabiskan sore mereka hari ini. Wajar, Sooyoung terkejut melihat sosok namja berambut pirang itu muncul lebih dulu darinya.

“Ah, sudahlah. No prob.” Kata Sooyoung lalu duduk manis di depan mereka.

“Kau mau apa, Soo?” Tanya Tiffany.

“Yang kalian minum sepertinya enak. Aku mau yang itu.” Jawab Sooyoung.

Tiffany mengangguk tanda mengerti lalu berdiri “Aku pesan dulu ya.” pamitnya lalu meninggalkan mereka.

“Aku dengar, kau akan kuliah di amerika?” Tanya Sooyoung membuka pembicaraan.

“Ya, aku nanti akan berangkat bersama Tiffany.” Jawab Key lalu meneguk minumannya.

“Ooh.” Sooyoung hanya membulatkan mulutnya.

Tiffany memang akan melanjutkan sekolahnya ke Amerika. Itu memang cita-citanya dari dulu.

“Ini.” tiffany datang dengan segelas kopi penuh busa di atasnya.

“Gomawo.” Kata sooyoung tersenyum.

Mereka pun jadi sibuk dengan minuman mereka masing-masing

“Aku deg-dengan menunggu hasil besok.” Kata Key dengan wajah resahnya.

“Tenanglah, everything will be okay.” Kata Tiffany sambil menggenggam erat tangan Key.

Key pun menatap dalam wajah Tiffany dengan penuh emmm…. Cinta ?!

“Hei, jangan bilang kalau kalian sudah…” Sooyoung menggantungkan kalimatnya.

Key dan Tiffany malah menatap satu sama lain lalu tertawa.

“Aish,” kata sooyoung kesal. “Hei, kalian itu….”
tiffany hanya mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersenyum.

“Sejak?”

“Sejak kemarin.” Jawab Key.

“Ya Tuhan,” erang Sooyoung sambil mengacak-acak rambutnya. “Jadi untuk apa aku ke sini?? hanya untuk jadi obat nyamuk, huh?”

“Hei, besok akan langsung berangkat ke Amerika.” Kata tiffany dengan mata yang mulai basah.

“Besok?! Secepat itu kau berangkat setelah kelulusan?” kata Sooyoung lalu memeluk Tiffany.

Terjadilah adegan mengharukan antar dua sahabat itu. Mereka berdua berpelukan erat seakan tak bisa dilepaskan. Key hanya bisa menonton. Tidak  bisa berbuat apa-apa. ‘Biarkan mereka melakukan apa yang mereka ingin sebelum mereka berjauhan’ kata Key dalam hati.

“Nanti kau harus sering-sering menghubungiku ya,” kata Sooyoung setelah mereka berdua sudah reda dengan tangisan mereka. “ Jangan gara-gara Key kau lupa padaku.” Kata Sooyoung sambil melotot ke arah Key.

“Haha, arraseo, arraseo.” Kata tiffany tertawa.

“Key, kau jangan pernah menyiakan-nyiakan sahabatku ini.” pesan Sooyoung pad Key.

“Oke, nona Choi.” Kata Key sambil hormat pada Sooyoung.

“Soo, bagaimana Siwon?” Tanya Tiffany.

“Apanya yang bagaimana?” Sooyoung malah belik bertanya.

“Kalau kau memang menyukainya, cepat nyatakan cintamu, Sooyoung. Nanti kalau kau sudah berpacaran dengannya, kita bisa double date.” Kata Key membumbui ucapan pacarnya.

“Aish, kalian berdua ini.” kata Sooyoung kesal sambil mempouting-kan mulutnya.

“Annyeong!” sapa seseorang di balik punggung Sooyoung.

“Annyeong, siwon-ah!” sapa mereka bersamaan.

“Aku duduk sini ya?” ijinnya menunjuk tempat duduk kosong di samping Sooyoung.

“Ah? Nde~” sooyoung jadi salting sedangkan Key dan Tiffany hanya tertawa kecil melihat si Sooyoung.

Sukses rencana tiffany hari ini. sooyoung jadi kaku tak berdaya selama duduk di samping Siwon. Tapi, sooyoung masih saja mengelak kalau ia menyukai Siwon.

“Tiffany kan sudah berpacaran dengan Key. Itu berarti, aku bisa…. Eh memang aku benar menyukainya ya?”

Sooyoung sudah seperti orang gila berbicara sendiri. Untung ia sendirian di dalam kamar kalau tidak pasti ia sudah di sangka gila.

“Aish, aku sebenarnya menyukainya tidak sih?” sooyoung hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Drrrttt… drrrrt…

Ponsel sooyoung bergetar bertuliskan One message from Siwon

Tunggu ?!

Siwon ?!

Apa gerangan yang membuat namja itu mengirim sms pada sooyoung?

 

From: Siwon

Jangan tegang, aku yakin aku dan kau sooyoung pasti lulus 😀

C U tomorrow ^^

 

Wait?? Apa maksudnya ini?

Entahlah, yang pasti sooyoung hanya bisa meloncat kegirangan melihat sms dari Siwon ^^

Itu berarti ia…..

“Semua LULUS !” teriak kepala sekolah pada siswa kelas atas SMU Hyundai.

“YEY!” Aula SMU mereka seakan runtuh saat semua siswa-siswi berteriak tanpa nada.

Mereka semua berpelukkan satu sama lain . Menangis bersama. Terharu karena apa yang mereka inginkan tercapai.

“Soo, aku pasti akan sangat merindukanmu.” Peluk Tiffany erat pada sahabat itu sambil sesengukan karena mereka akan berjauhan.

“Aku juga.” Sooyoung pun tak kalah dengan air matanya yang sudah membasahi seluruh wajahnya.

“Emmm, emmm.” Seseorang terdengan sedang mengecek microfonnya. Tapi, kali ini bukan kepala sekolah. Melainkan… Siwon ?!

“Mm, ada yang ingin aku sampai hari ini, chingudeul,” bukanya. “Aku sedang menyukai seorang gadis sekarang.” lanjutnya sambil sanyam-senyum yang langsung di soraki seisi siswa di aula ini.

Siwon sedang menyukai seorang yeoja di sekolah ini? Ehm, pasti semua yeoja berharap itu mereka.

Tiffany menyenggol lengan sooyoung. Lalu tersenyum menggodanya.

“Yeoja ini mungkin tidak terlalu popular, tidak terlalu pintar, tidak terlalu cantik. Tapi.. entah kenapa aku menyukainya.”

“Kami selalu bersama. Selalu bersama selama hampir 3 tahun selama di SMU.”

“Mmm, karena kami selalu bersama jadi aku menyukainya.” Kata Siwon tersenyum ke arah mmm… sooyoung?!

‘Pasti aku juga keGRan seperti yang lain.’ batin sooyoung sambil menepuk-nepuk pelan kedua pipinya.

“Choi Sooyoung, yeojachingu ya julle?” Tanya Siwon lalu turun dari panggung lalu berjalan ke arah Sooyoung.

Jantung sooyoung serasa hampir lepas dari tempatnya saat siwon menatap dalam matanya. Sambil menyodorkan sebuket bunga mawar merah yang sangat wangi di hadapannya.

“Aku baru sadar, aku menyukaimu sooyoung-ah. Dan aku rasa, ini moment yang pas untuk aku menyatakannya.” Kata Siwon dengan mata berbinar.

Sooyoung hanya bisa meneguk air liurnya. ‘Apa aku bermimpi?’ sooyoung ingin memastikan semua ini nyata atau tidak. Ia memandang tiffany. tatap Tiffany mengisyaratkan SAY-YES.

‘Aish ini benar atau tidak sih?’ sooyoung mencubit pipinya.

“Auuu.” Sooyoung mengaduk kesakitan.

Siwon tertawa geli melihat sooyoung.

“Oke, aku Tanya sekali lagi,” siwon menarik dalam napasnya. “Choi Sooyoung, yeojachingu ya julle?” Tanya Siwon sekali sambil menatap lebih dalam mata Sooyoung. “Na jeongmal saranghaeyo, Sooyoung-ah.” Tambahnya.

Sooyoung narik napasnya pelan. “Mmm, nado saranghaeyo, choi Siwon,” Jawab Sooyoung sambil tersenyum lalu menerima bunga dari siwon. “ini…ini sangat manis.” Tambahnya lalu memeluk siwon.

Tepuk tangan membahana seisi ruangan di selinggi dengan suitan. ‘Ini benar-benar kelulusan yang tak akan pernah aku lupakan’ batin sooyoung lalu mencium sekilas pipi siwon yang sudah resmi menjadi namjachingu-nya sekarang.

-END-

Gimana gimana gimana?? Ancur?? typo? gaje? jelek? kependekan? ga dapet feelnya?

Komen komen komen yah ~

Iklan

3 thoughts on “Sweet Moment in Graduation

  1. Wuaaaah..nambah lagi nih koleksi ff soowonnya..yayy..oia, saranku sih..mungkin lebih di jelasin ato kasih Jeda pas perpindahan tempatnya..soalnya masih bikin kaget2..hhehehhee..kayak..tadinya di cafe duduk di sebelah Siwon..tiba2 ada di kamar lagi..
    Itu aja sih..yg lain2..mungkin ntar ada yg lebih pengalaman bisa jelasin..maaph ya..klo ada kalimat yg nyinggung.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s